Rabu, 28 November 2018

Kumpulan Quotes dan Kata Bijak Wira Nagara [TERLENGKAP]

indoquotes.com Wira Setianagara adalah salah satu komedian terkenal di Indonesia. Ia lahir di Batang, Jawa Tengah pada 21 November 1992. Ia mulai terkenal di dunia lawak Indonesia setelah mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV musim ke-5 (SUCI 5) tahun 2015. Wira Nagara lolos lewat audisi di Yogyakarta dan menjadi satu dari 16 finalis yang berhasil lolos ke putaran final.

Dari keikut sertaannya dalam acara tersebut kini Wira Nagara memiliki banyak fans, tidak salah jika apa yang diucapkannya sering menjadi perhatian dan banyak juga yang membagikannya ke media sosial seperti twitter, facebook, atau instagram.

Di bawah ini adalah kumpulan "Kata Bijak Wira Nagara" dari berbagai tema seperti cinta, lucu, perpisahan, rindu, dan berbagai tema lainnya.

quote wira nagara tentang kopi

Kata-kata Wira Nagara Tentang Cinta


1. "Cepat atau lambat, foto seorang yang kita inginkan menyanding entah siapa bergaya jemari memamerkan cincinnya akan sampai ke mata kita."

2. "Belum juga terlihat: kantuk di lelahmu, mimpi di lelapmu, aku di hatimu.."

3. "Bagaimana? Sudah sayang sama aku belum? Eh, belum, ya? Ya, sudah. Santai saja. Selesaikan dulu dengan yang kau kira akan jadi kekasihmu.."

4. "Lama tak jumpa, kau sudah mau tukar cincin saja."

5. "Dan khawatirmu terselip di makanan yang kau pesan. Sisa pertengkaran yang belum reda, kadar asin dan keinginan-keinginan yang disangkut pautkan."

6. "Terima kasih telah mau mengenal, memperhatikan, memberi kejutan kecil yang menghangatkan. Semoga selanjutnya, kita bisa terus saling menjaga."

7. "Pelangi mulai muncul dari bias tangisku diterpa cerah senyummu. Spektrum cahaya dari warna-warni bahagia."

8. "Tumbuh kembangku bersama karya-karyamu. Terima kasih telah mewarnai hari-hari dengan penuh imajinasi. Beristirahatlah tenang."

9. "Kamu yang tersenyum, aku yang tersipu."

10. "Dan terbanglah, lepas, bebas. Mengepaklah tinggi, temui yang kau cari. Biar aku menyaksikan bahagiamu dari kejauhan."

11. "Tak akan lapuk diterpa terik, di mataku kau selalu menarik."

12. "Jalanan basah pagi ini semoga bukan dari kekecewaan yang mengalir dari matamu."

13. "Karena berada di satu lingkaran bukan berarti semudah itu mengubah teman jadi pacaran."

14. "Mengunggah gambar belum tentu mengandung debar. Sekadar unggahan adalah kata lain dari persinggahan."

15. "Gerimis merintik dari kecemasanmu. Membasahi rencana yang kau yakini bahagia sebelum hanyut dirampas kecewa."

16. "Semua sudah ditanyakan tanpa balik pertanyaan. Balas pesan mulai senyap namun harap belum lenyap."

17. "Keluhan itu hanya ingin ditanggapi oleh yang dia mau. Walau gatal ingin menyambar, ingat perhatian yang kau tebar. Bila selalu didiamkan, percuma kau perjuangkan."

18. "Sebat di jeda laju kereta adalah caraku menghembus napas dari perjalanan tanpa kecemasanmu."

19. "Dengan sering berkelana bukan berarti yang bertanya di mana mau diajak ke sana. Bisa jadi dia begitu agar suatu hari ke situ dengan kekasihnya."

20. "Balas cepat tetap tidak dapat, balas lama tertumpuk pesan lainnya. Menemui ditinggal pergi, meninggalkan dia jatuh ke lain pelukan."

21. "Dia yang kau sukai juga disukai dan juga menyukai. Di antara pilihan-pilihan itu, kau di dalamnya belum tentu.

22. "Bukan dia enggan berkekasih, hatimu saja yang tak dia pilih."

23. "Tidak Diketahui meninggalkan obrolan, dengan obrolan sebelumnya yang tidak dilanjutkan, lalu akhirnya menyisakan penasaran."

24. "Aku pun sebenarnya sudah ada gandengan, cuma dia masih sibuk menjadi kekasih orang lain atau masih belum mau untuk mencintaiku."

25. "Senyum dan sapamu perlu kubingkai sebagai cinderamata untuk masa depanku, agar saat mengenang ada hangat di hati yang membuat senang."

26. "Atas nama hati kita yang pernah sama-sama kecewa, semoga ke depannya kita bisa saling percaya."

27. "Sudah di kotamu dan tetap sulit bertemu. Ya, sudah. Mungkin betul kejauhan, atau cuma beralasan, atau aku kurang layak kau perjuangkan."

28. "Setelah setiap sedihmu aku dengar dan sepimu aku temani, kau masih tak merasa bahwa padamu aku menyimpan rasa."

29. "Minta apa saja dikasih, giliran bahas kepastian langsung berselisih."

30. "Kalau memang bukan pilihan, mau menyanjung dan mengistimewakan tetap tidak akan berpengaruh ke perasaan."

Wira Nagara Kopi


"Dan bila hatimu butuh didengarkan, temui aku dalam perbincangan. Niscaya kopi yang kau pesan tak akan pernah sepahit kehilangan."

"Senja ya enaknya pake kopi,masa pake yakult."

5 Rukun Indie
1. Senja
2. Kopi
3. Puisi
4. Bergadang
5. Naik Gunung untuk yang mampu
- Wira Nagara -

Kata-kata Wira Nagara Lucu


1. "Yang ku-follow kamu, yang selalu kulihat kekasihmu. Ajaib."

2. "Sekali sambat, dua tiga problem terlampaui."

3. "Usaha dilakukan bertubi-tubi, tetep ae ditinggal rabi."

4. "Walau Minggu bercuaca cerah namun lebih menggiurkan kasur di rumah."

5. "Pap bisa diminta namun tidak hatinya."

6. "Tidak, aku tidak selucu itu, mungkin hatimu saja yang mudah dibahagiakan. Terima kasih sudah menyempatkan hadir, semoga pulangmu tak membawa getir."

7. "Sepedas rawon setan, selembut hati mantan."

8. "Tidak perlu berulang kali beralih mode pesawat ke normal untuk menangkap sinyal. Pesan masuk akan tetap begitu, sepi dan tiada balasan dari yang kau tunggu."

9. "Dia sudah move on, tidak mau ditelepon."

10. "Online-mu bukan untukku."

Kata-kata Wira Nagara Tentang Rindu


1. "Sudah sering jalan bersama, instastory tetap berisi rindu dia."

2. "Jam-jam mengeluh lapar, kangen, lelah, dan pertanyaan yang dibiarkan dari perasaan yang tak diinginkan."

3. "Di sepi-sepi yang terletak di kepalaku ini terisi kau yang kuinginkan dengan sosok yang sejauh ini hanya bisa kubayangkan."

4. "Di lautan rindumu yang tak bertepi, aku ingin berlabuh di situ selamanya."

5. "Baru bangun rindu mengalun."

6. "Lalu apakah kangen tanpa temu akan dianggap menistakan rasa rindu? Entahlah, asapku mengepul ditelan awan kelabu."

7. "Masih berusaha terjaga siapa tahu engkau rindu. Sebab selalu ada cerita-cerita yang katamu hanya ingin dibagi denganku, setelah bersamanya, seperti biasanya."

8. "Tidak akan menuntut apa pun, diingat olehmu saja sudah cukup."

9. "Dan kepalamu merebah kian lekat di bahu dengan lengan yang kau peluk erat. Terbingkai bersama kalimat rindu yang kau buat di depan mataku."

10. "Rinduku lembaran angka di soal ujianmu. Lupa rumus dan membuat kepikiran terus."

Kata-kata Wira Nagara Perpisahan


1. "Tidak pernah ada yang biasa-biasa saja dari dua hati yang pernah bahagia bersama lalu berpisah karena berbagai hal yang mau tak mau harus diterima."

2. "Dekat karena klaim sepihak, pisah karena dari awal memang tak punya hak."

3. "Bertahan tanpa diminta, berpisah tanpa dicinta."

4. "Dijaga sudah hilang, dilepas masih sayang."

Kata-kata Wira Nagara Campuran


1. "Kita hanya sebentar, dunia terus berputar. Hidup akan mati, napas akan terhenti; tidak dengan doa-doaku."

2. "Sehabis berkencan dengan jarum jam, malam minggu masih terlihat cantik berdecak dalam detak yang tak berkutik ditelan detik."

3. "Semoga yang terkenang mampu membangkitkan gairah tak lekas menyerah untuk apa yang diyakini dari hal-hal baik yang bisa diteladani."

4. "Di tatapmu itu aku takluk. Cerita yang tak kunjung henti: lelahnya pekerjaan, persiapan esok hari, dalam hangatnya hati."

5. "Sejauh ini bagaimana kamu melewati Sabtu? Lelah tertumpuk sunyi atau dalam ramai tetap merasa sendiri?"

6. "Dalam maaf: ingatkan aku, ajari aku. Bimbing agar tak pusing, saling menyingsing agar seiring. Dengan baik dalam hal-hal baik yang benar baik bukan dalam arti baik yang sebenarnya tidak baik."

7. "Dicari celah, dibuat seolah-olah. Hidup seakan sekadar menang-kalah, membuat menyerah, menghilangkan arah. Lupa cara merangkul, hanya mengasah pukul, otak hati tumpul. Seakan sia-sia  agar tetap menjadi manusia. Beginikah wajah bahagia?"

8. "Duka terdalam untuk keberlangsungan bahagia."

9. "Perasaan kita bertingkat. Ekspektasi anak tangganya, rasa syukur adalah batasnya."

10. "Sebatas rekan haha-hehe yang bikin hangat di hati pun tiada, entah harus kuapakan perasaan yang berkecamuk di dada."

11. "Apa karena perut kosong hati hampa tiba-tiba semua sibuk mencari barangkali dari setiap kenapa? Entahlah, padahal kita sama-sama cuma apa, bukan siapa-siapa."

12. "Pergi dihantar pagi, pulang dijemput bayang."

13. "Beli karena kepepet, cukup terasa di dompet."

14. "Redam amarah, perselisihan cukupkan sudah. Turut berduka, yang beringas segera jera, lekas reda seluruh lara, semoga akal sehat tetap terpelihara."

Kumpulan kata bijak dari Wira Nagara yang tersaji dari berbagai tema memang memiliki pesan tersendiri, kata-kata kiasan yang cukup kental dalam setiap ucapannya menjadi inspirasi tersendiri bagi pembaca. Semoga kata-kata Wira Nagara ini bermanfaat bagi kita semua.