Senin, 24 Desember 2018

63 Kata Bijak Tentang Kopi Penuh Inspirasi

indoquotes.com - Kopi adalah minuman istimewa, bagi sebagian orang kopi seperti makanan utama, jika gak ketemu kopi sehari saja, hidup terasa tidak nikmat lagi. Yah.. buat sebagian orang kopi adalah rasa kehidupan, rasa pahit tetapi nikmat dan menyegarkan.

Kopi bukan lagi sebagai minuman biasa, bukan hanya gaya hidup, tetapi kopi sudah seperti hidup itu sendiri. Jika demikian wajar saja, kopi adalah minuman sangat terkenal di dunia, bahkan orang rela membeli kopi dengan harga jutaan rupiah untuk 1 kilonya untuk mendapatkan kenikmatan secangkir kopi.

Kumpulan Kata Bijak Tentang Kopi


Kopi adalah teman sehari-hari menikmati segala aktivitas. Kopi memiliki banyak arti, setiap orang bisa saja memiliki arti yang berbeda. Berikut ini adalah kumpulan kata bijak tentang kopi, yang menunjukkan keistimewaan kopi dalam kehidupan.

kutipan tentang kopi

1. "Ketika aku mengingatmu sebagai pelengkap hidup, kopi ini mengingatkanku betapa bahagianya bila pahit pekat hitam selalu mengiringi kesempurnaan kita."

2. "Minum kopimu dan nikmati pahitnya bersama masalah kehidupan."

3. "Kerja seminggu penuh, dan jangan lupa ngopi bareng di weekend. Untuk menstabilkan otak-otak yang lelah."

4. "Sungguh Tuhan sangat serius saat menciptakan kopi seserius Tuhan saat menciptakan perempuan."

5. "Menikmati secangkir kopi setelah beban dan urusan telah tuntas. Sungguh nikmat, ketenangan akan kau temukan."

6. "Dulu katamu, kalau ada aku duduk di depan mu sambil minum kopi. Kopi yang pahit akan terasa manis, sekarang kok kamu izinkan wanita lain untuk duduk di depanmu, bukankah gula itu tak terganti?  Atau ada pemanis yang lain selain gula?"

7. "Dengan apa lagi malam dapat dinikmati kalau bukan dengan segelas kopi."

8. "Tugas negara itu bagaikan kopi hitam, pahit ketika pemimpin tidak mampu mencerdaskan bangsa karena tugas yang diemban adalah amanat konstitusi."

9. "Aku lebih suka secangkir kopi yang tak bercampur air mata dari sang petani."

10. "Orang boleh membuat seribu satu filosofi tentang kopi, Tapi apalah artinya jika kau menikmatinya hanya berteman sendu dan sepi."

11. "Pahit! Tergantung pada cara kamu untuk menikmatinya."

12. "Jika aku kopi, kopi itu pahit. Jangan kau paksakan jadi manis. Sebab seberapa banyak gula yang kau tambahkan dia tetap akan memiliki sisi pahit, nikmatilah maka akan nikmat."

13. "Pentingnya segelas kopi untuk menjaga kewarasan diri sendiri..."

14. "Kopi di pagi hari menemani dikala sepi, walau hati yang sunyi tak juga hepi."

15. "Semangat pagi dengan menikmati kopi dari seduhan kekasih."

16. "Mungkin pahitnya kopi terganti dengan manisnya ilmu di suatu hari nanti."

17. "Setiap minum kopi, kuharap itu adalah tangisanmu. Biar kutelan seluruh kesedihanmu."

18. "Menyeruput kopi hitam plus empat potong pisang kepok rebus, menyambut pagi yang penuh keindahan."

19. "Kopi adalah kehidupan, seni dan kebahagiaan. Bahagiamu sederhana, gengsimu membuat rumit segalanya."

20. "Bibirku  tidak bosen-bosennya menyentuhmu kopi. Merasakan nikmat karunia-Nya."

21. "Sedikit dingin namun hangat di cangkir kopi kebersamaan."

22. "Hanya kopi yang mengerti mimpi si penghayal."

23. "Cuma segelas Kopi yang bercerita kepadaku bahwa yang hitam tak selalu kotor dan yang pahit tak selalu menyedihkan."

24. "Menikmati kopi sambil menertawakan diri sendiri, karena masih mengingat yang telah pergi."

25. "Seperti siang menunggu pagi datang, kopiku habis berulang-ulang. Tapi kamu kemana? Tak kunjung pulang."

26. "Biarkan kopi mengendap seperti senja yang malu malu menampakan warna jingganya."

27. "Berbicara tentang kopi, hanya kopi yang dapat mengobati kegundahan hatiku."

28. "Wahai saudaraku, Anda terlalu sibuk memikirkan kerasnya hidup, ada baiknya jika nikmati caffein sejenak."

29. "Kopimu dan kopiku punya aroma rindu yang sama."

30. "Di cangkir kopiku senja ini, wajahmu memantul serupa latte art. Lalu kerinduan yang menyakitkan ini berarak menuju penghabisan. aku terdiam, aku memilih diam.."

31. "Saat hidupmu terasa berat, mungkin kau lupa bersyukur pada-NYA atas segala sesuatu yang kamu jalani selama ini, cobalah istirahat sejenak. Seduhlah kopi dan bakar rokokmu itu salah satu cara mudah bersyukur kepada-NYA."

32. "Ada rindu saat terpisah oleh waktu, ada cinta saat kita bersama, ada canda dan tawa saat secangkir kopi menjadi saksi cerita kita."

33. "Kehidupan itu ibarat secangkir kopi, pahit manis jadi satu, sedangkan hidup adalah bagaimana cara menikmatinya."

34. "Hidup yang susah itu bak kopi pahit, nikmati aja perlahan hingga kau dapati kenikmatan."

35. "Kamu itu seperti kopi, membuatku candu untuk selalu merindu."

36. "Ketika pagi kembali, kopiku menuntaskan rasa. Pahit menyesap, tak lagi masalah. Terselip rindu di balik aromanya. Ahh Tuan.. Sungguh kopiku tetap sempurna. Meski tanpa cangkirmu ada."

37. "Duduk termangu. Apa yang ada dalam otak? Mengenang masa lalu yang sulit bersamamu. Di tanganku aku pegang erat segelas kopi sebagai teman bengong."

38. "Aku, Kopi, dan Pagi. Bidadari hitam yang selalu akrab pada intip mentari, bidadari yang ditemani kepulan kretek surya di pagi, tak ada embun yang ada hanya asap kopi."

39. "Nyatanya yang pahit bisa berubah menjadi manis, layaknya expresso yang dicampur
dengan susu dan berubah menjadi secangkir latte."

40. "Baiklah..! Aku ikuti permainanmu malam, kopi ini masih setia bersamaku, tak seperti gelapmu yang sebentar ganti terang."

41. "Resep membuat kopi. Masukkan resah, gelisah ke dalam cangkir keikhlasan. Tuangkan kenangan termanis sebagai gula. Tuangkan rindu secukupnya. Tuangkan masalah yang sedang mendidih sebagai air panas. Seduhlah dengan bijaksana. Hingga kopi siap menyapa hati di dalam tubuh."

42. "Aku akan selalu membuatmu hangat dan terjaga. Begitulah pesan yang disampaikan kopi."

43. "Baru 2 cangkir dan malam masih panjang. Pelarian terbaik dan pendengar setia untuk keluh kesahku hanya kau yang tersisa, kopi."

44. "Hitamnya kopi tak sehitam kenangan tentang hati."

45. "Memilih untuk tidak memberitahumu tentang hati. Aku sudah terbiasa membiarkannya larut dalam kopi pagi nanti. Hitam dan pahit."

46. "Biar kunikmati rindumu yang mengendap seperti ampas kopi pagi hari, walau dingin dan bukan aku."

47. "Ingin jadi seperti kopi, walau hitam dan pahit selalu ada orang yang memegangnya dengan erat."

48. "Ketika kopi mencuri hatimu. Dan membawa seruput penuh rindu. Bersama hangatnya sentuhan kalbu. Hingga terlupa rasa pahit kisahmu."

49. "Tiap pagi ku tak pernah tanpa secangkir kopi , sama seperti hatiku tak pernah tanpa ada namamu di hatiku."

50. "Cuma segelas kopi yang bercerita kepadaku bahwa yang hitam tak selalu kotor dan yang pahit tak selalu menyedihkan."

51. "Kopi malam ini. Pekat seperti hening yang sekarang kita bagi dan akhirnya terasa pahit seperti perpisahan kita sekarang ini."

52. "Yang paling sulit dipecahkan itu adalah ego, yang luluh itu adalah nafsu, yang indah itu adalah mimpi dan yang pahit itu adalah kopi. Karena nikmatnya, menjadikan candu akan gelap pahit setiap cecap si penikmatnya."

53. "Pada secangkir kopi yang kunikmati aku belajar bahwa yang hitam itu tidak selalu pahit.
Buktinya kopi yang kuminum terasa manis, manis seperti senyummu yang merekah kala ku tatap wajahmu di senja waktu itu."

54. "Salah satu nikmat dari sekian banyaknya nikmat Allah, bekerja dengan tenang sambil menikmati manis pahitnya kopi."

55. "Di cangkir kopi itu hanya tersisa bekas bibirmu, karena kopi yang beraroma aku, sudah mengalir di denyut nadimu."

56. "Kamu seperti aroma yang keluar dari secangkir kopi, diam-diam pergi membawa wangi. Langsung saja Ku nikmati, sebelum kau benar-benar pergi."

57. "Barangkali sepi sedang bersekutu dengan kopi, menjadikan rindu penyakit yang sulit diobati."

58. "Masih saja bergumam dengan secangkir kopi, kaulah yang paling setia saat susah sedih senang bahagia, kopi adalah teman sejati."

59. "Jangan menilai kopi dari pahitnya, rasakan nikmatnya kau akan tahu manisnya dimana. Menilai orang pun juga begitu."

60. "Kerinduan itu tak bisa pergi bersama malam. Hanya secangkir kopi hitam nan panas yang mampu membunuh rasa rindu itu walau rasanya pahit.'

61. "Kopi bukan sebuah sajak. Tapi kopi menghasilkan cerita di setiap rasanya."

62. "Kunikmati setiap tegukan dari secangkir kopi bersama mentari pagi ini. Pagi ini rasanya rindu itu mulai surut dari gejolaknya didalam hati. Hati yang tenang setelah aku bercengkrama bersama Rabbku di sepertiga malam tadi."

63. "Kesepian itu menakutkan, bertemanlah dengan secangkir kopi."

Kopi adalah inspirasi dan semangat hidup, walau pahit tetap saja nikmat, dibuat manis juga nikmat. Kopi memberi energi di pagi hari, sebagai bahan bakar melewati hari dengan naik turun perjalanan di setiap harinya. Kopi adalah hidupku.