Kamis, 21 Februari 2019

Kumpulan Kata Bijak Ali Bin Abi Thalib Penuh Makna dan Inspiratif

kata bijak tentang mengatai orang lain

indoquotes.com - Ali bin Abi Thalib adalah anak dari paman Nabi Muhammad SAW yaitu Abu Thalib bin Abdul Muthalib. Ia merupakan salah satu sahabat nabi yang dijamin masuk surga. Ia juga menikah dengan putri Nabi Muhammad SAW yaitu Fatimah.

Ali bin Abi Thalib memiliki dua putra yaitu Hasan dan Husen. Setelah Khalifah Ustman bin Affan wafat, beliau diangkat menjadi Khalifah yang menjabat selama 4 tahun (656-661 M). Sebagai seorang Khalifah tentu saja banyak sekali pelajaran yang diambil dari beliau, seperti kutipan kata bijak yang memberikan motivasi dan juga inspirasi.

Kumpulan Kata Bijak Ali bin Abi Thalib


#1 Menjaga Lisan

"Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu." _Ali bin Abi Thalib 

Seringkali kita mengucapkan kata-kata tidak pantas kepada orang lain tanpa memikirkan apakah kata-kata tersebut dapat menyakiti hatinya. Ali disini sangat menganjurkan kita untuk berhati-hati ketika ngomong dengan orang lain. Cara untuk menjaga ucapan kita dengan cara membayangkan ada orang lain mengucapkan kata-kata tidak pantas kepada kita.

Bahkan dalam hadist pun ada anjuran untuk menjaga lisan. Sahabat Uqbah bin Amr pernah bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, bagaimana caranya agar selamat?” Rasulullah menjawab, “Kendalikan lisanmu, hendaknya rumahmu membuatmu merasa nyaman untuk beribadah, dan menangislah karena dosa-dosamu.”

#2 Hidup Bermasyarakat dengan Baik

"Bergaulah dengan cara yang mengundang ratap-tangis orang bila kau meninggal dunia, dan tariklah simpati mereka selama engkau hidup bersama mereka." _Ali bin Abi Thalib

Berteman dan berhubungan baik dengan masyarakat, tetangga, saudara, teman atau siapa pun juga adalah sangat penting. Memberikan manfaat kepada semua orang sehingga ketika kita meninggal kelak, orang akan merindukan keberadaan kita.

Jangan sampai malah sebaliknya, orang-orang malah senang jika kita cepat mati. Di zaman saat ini banyak orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri dengan cara merugikan orang lain. Orang-orang seperti ini tentu saja banyak didoakan cepat mati, dan orang-orang pun senang kalau orang tersebut meninggal, sehingga tidak bisa mengganggu dan merugikan orang lain lagi.

#3 Bersikap Tenang dan Menghargai Saudara

“Lunakkan sikapmu terhadap saudaramu yang bersikap kasar. Yang demikian itu pasti akan memperlunak sikapnya terhadapmu.” _Ali bin Abi Thalib

Tidak semua orang selalu bersikap sopan dan santun, dengan mengucapkan kata-kata yang enak di dengar. Ada kalanya saudara berkata kasar kepada kita, mungkin ada salah paham, atau mungkin sedang emosi, mungkin dia lagi banyak masalah, sehingga mengucapkan kata-kata kasar kepada kita.

Ali mengingatkan kita untuk tidak membalas atau meladeni kata kasar tersebut dengan kata yang kasar juga. Tetapi hadapi dengan tenang, sabar dan kata-kata yang menyejukkan, karena dengan kata-kata tersebut, dapat melunakkan sikapnya kepada kita.

#4 Kawan Setia Selalu Menjaga Baik Dekat Maupun Jauh

“Seorang yang benar-benar kawan karib ialah yang menjaga kepentinganmu di kala engkau sedang berada jauh darinya.” _Ali bin Abi Thalib

Apakah engkau ingin tahu siapa sebenarnya kawanmu yang sebenarnya, dia adalah kawan yang selalu menjaga semua kebaikan dan tidak mengucapkan hal-hal buruk mengenaimu di belakang. Ada teman yang jika sedang bersama kita berkata-kata manis namun saat di belakang kita mengucapkan hal-hal buruk tentang kita, bahkan keburukan tersebut hanya akalan-akalannya saja.

Orang seperti itu bukanlah teman, maka berhati-hatilah dalam berteman. Jangan sampai seseorang yang seharusnya mendukung dan menjagamu malah menjatuhkanmu.

#5 Tetap Menjaga Sikap Walau Pun Sudah Sangat Dekat

“Jangan membuat kecewa orang yang telah berbaik sangka terhadapmu, dan jangan melanggar hak saudaramu semata-mata disebabkan kau begitu yakin akan kuatnya hubungan dengannya. Seseorang yang selalu kau langgar haknya tidak akan rela menjadi saudaramu.” _Ali bin Abi Thalib

Karena hubungan sudah terlalu dekat, kadang kita lupa menjaga sikap, kita bersikap seenaknya saja. Karena sudah terlalu dekat kita mudah saja membatalkan janji, tidak membayar utang. Jika hanya sekali dua kali mungkin akan dimaklumi, namun bila sudah sering kali hal ini sudah tidak wajar lagi. Walaupun ia saudara jika diperlakukan bukan seperti saudara tentu saja mereka tidak akan rela menjadi saudara lagi.

#6 Adab Berteman

“Cintailah sahabatmu sampai ke suatu batas, karena mungkin ia akan berbalik menjadi musuhmu suatu hari kelak. Dan bencilah musuhmu hingga ke suatu batas karena mungkin kelak ia berbalik menjadi sahabatmu.” _Ali bin Abi Thalib

Berteman ada batasnya, walau pun ia teman dekat menjaga pertemanan adalah hal yang wajar. Sudah banyak sekali seseorang yang berteman terlalu dekat lalu mereka bertengkar karena suatu masalah dan malah menjadi musuh. Dengan menjaga batas-batas sebagai seorang teman, justru hubungan persahabatan akan langgeng.


#7 Jangan Berbohong Meskipun Itu Hal Sepele


“Berhati-hatilah dengan kebohongan, baik besar atau pun kecil, serius atau pun bercanda, karena jika seorang menceritakan sebuah kebohongan kecil, maka dia akan memiliki keberanian untuk menceritakan kebohongan besar.” _Ali bin Abi Thalib

Ternyata kebohongan kecil sangat berbahaya, karena dapat memicu kebohongan yang lebih besar. Banyak orang yang tidak menyadari ini. Bahkan banyak orang tua yang berbohong kepada anaknya untuk maksud-maksud tertentu, sehingga anaknya mau menurutinya. Padahal jika merujuk pada kutipan Ali bin Abi Thalib di atas sudah jelas bahwa hal tersebut adalah perbuatan yang tidak baik.

#8 Sebesar Apa Pun Salahnya, Tetap Hargai

“Jangan membenci siapapun, tidak peduli berapa banyak mereka bersalah padamu.” _Ali bin Abi Thalib 

Seseorang pasti pernah melakukan kesalahan, kita juga pernah melakukan kesalahan. Semua orang pernah melakukan kesalahan. Kadang kala teman dekat kita melakukan kesalahan dan membuat kita menderita sakit hati. Walau pun begitu, kita harus memaafkannya, jangan membencinya. Itu bukan untuk dirinya, tetapi untuk kebaikan diri sendiri. Dengan membenci berarti kita sudah menanam keburukan di dalam hati kita.

#9 Kita Butuh Akal dan Ilmu

“Ilmu tanpa akal ibarat seperti memiliki sepatu tanpa kaki. Dan akal tanpa ilmu ibarat seperti memiliki kaki tanpa sepatu.” _Ali bin Abi Thalib

Akal dan ilmu adalah kesatuan yang melengkapi, mempunyai akal tetapi tidak punya ilmu itu gak pas. Seseorang bisa saja berpikir, tanpa ilmu mereka dapat berpikir hal-hal yang keliru.

10# Kumpulan Kata Bijak Ali bin Abi Thalib Berbagai Tema


1. “Kesempatan datang bagai awan berlalu. Pegunakanlah ketika ia nampak di hadapanmu.”

2. “Yang terbaik di antara kalian ialah mereka nan berakhlak paling mulia.”

3. “Berikanlah banyak, meskipun menerima sedikit.”

4. “Kezaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik.”

5. “Apabila sesuatu yang kau senangi tidak terjadi maka senangilah apa yang terjadi.”

6. “Hiburlah hatimu, siramilah ia dengan percikan hikmah. Seperti halnya fisik, hati juga merasakan letih.”

7. “Bila kau cemas dan gelisah akan sesuatu, masuklah ke dalamnya sebab ketakutan menghadapinya lebih mengganggu daripada sesuatu yang kau takuti sendiri.”

8. “Orang yang berdoa tanpa beramal sama halnya seperti pemanah tanpa busur.”

9. "Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu.”

10. "Barangsiapa menyalakan api fitnah, maka dia sendiri yang akan menjadi bahan bakarnya."

11. "Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat-tempat yang mencurigakan janganlah ia menyalahkan orang lain yang berburuk sangka kepadanya."

12. "Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai kapan pun dia tidak akan menjadi orang berani."

13. "Keberanian seseorang sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat."

14. “Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan.”

15. “Ikatlah ilmu dengan menulis.”

16. “Dua jenis manusia yang tak akan merasa kenyang selama-lamanya: pencari ilmu dan pencari harta.”

17. “Apabila akal tidak sempurna maka kurangilah berbicara.”

18. “Lidah orang yang berakal berada di belakang hatinya, sedangkan hati orang bodoh berada di belakang lidahnya.”

19. “Memuji seseorang lebih daripada yang ia berhak menerimanya sama saja menjilatnya. Tetapi melalaikan pujian bagi orang yang berhak menerimanya menunjukkan kebodohan dan kedengkian.”

20. “Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan.”

21. “Pergunjingan adalah puncak kemampuan orang-orang yang lemah.”

22. ”Kesabaran itu ada dua macam: sabar atas sesuatu yang tidak kau ingin dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingini.”

23. ”Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.”

24. “Telanlah amarahmu sebab kau tidak pernah menemukan minuman yang dapat meninggalkan rasa lebih manis dan lebih lezat daripada itu.”

25. “Sifat pemarah adalah musuh utama akal.”

26. “Kemarahan dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan.”

27. “Sisihkan gelombang-gelombang kerisauan dengan kekuatan kesabaran dan keyakinan.”

28. "Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia."

29. "Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak percaya itu."

30. "Memaafkan adalah kemenangan terbaik.”

36. “Hiduplah dengan rendah hati, tidak peduli seberapa kekayaanmu.”

32. “Jadilah orang yang dermawan tapi jangan menjadi pemboros. Jadilah orang yang hidup sederhana, tetapi jangan menjadi orang yang kikir.”

33. “Berbahagialah orang yang dapat menjadi tuan bagi dirinya, menjadi pemandu untuk nafsunya, dan menjadi kapten untuk bahtera hidupnya.”

34. “Tanda-tanda orang nan celaka antara lain: bergairah dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan haram dan menjauhi nasihat.”

35. “Bila sikap lemah lembut hanya mengakibatkan timbulnya kekerasan maka kekerasan adalah suatu bentuk kelembutan hati.”

36. “Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik.”

37. “Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu.”

Semoga kutipan dari Ali bin Abi Thalib di atas dapat bermanfaat bagi kita semua.