Kamis, 07 Maret 2019

Makna dan Arti Lirik Lagu Lir Ilir Sunan Kalijaga


indoquotes.com - Salah satu lagu yang sangat terkenal di Indonesia yang sangat kental dengan jawa dan islam adalah lagi "Lir Ilir". Lagu ini banyak disukai oleh masyarakat karena memiliki nada dan arti yang dalam, penuh dengan filosofi kehidupan.

Nada lagu lir ilir sangat khas, memberikan efek magis, menyentuh kalbu, memberikan ketenangan apalagi jika dimaknai dengan sungguh-sungguh. Lagu Lir Ilir diciptakan dan dipopulerkan oleh Sunan Kalijaga. Konon lagu ini digunakan sebagai alat untuk dakwah menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Arti dan Makna Lirik Lagu Lir Ilir


Lir-ilir, lir-ilir (Bangunlah, bangunlah)
Tandure wis sumilir (Tanaman sudah bersemi)
Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar (Demikian menghijau bagaikan pengantin baru)
  • Sebagai manusia yang masih hidup, kita harus sadar, kita harus terjaga, kita harus bangun, kita harus semangat, kita harus melakukan kebaikan, amal, dan perbuatan yang baik. Bukan tidur, malas-malasan atau tidak melakukan apa-apa. Malah berbuat dosa-dan hal-hal yang merusak.
  • Kita harus sadar bahwa saat ini adalah waktu yang terbaik untuk berbuat amal, untuk mencari ridha Allah, untuk mencari bekal di akhirat. Tanaman sudah bersemi itu seperti diri kita hidup di dunia, dimana kita harusnya bersemi, tumbuh menghijau yang kemudian akan dipanen diakhirat kelak.
  • Kehidupan kita di dunia ini seperti penganten baru, iya,, kehidupan didunia sangat indah namun juga terdapat tanggung jawab berat. Tanggung jawab untuk mengumpulkan bekal akhirat.

Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi (anak gembala, anak gembala panjatlah pohon belimbing itu)
Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro (biar licin dan susah tetaplah kau panjat untuk membasuh pakaianmu)
  • Kehidupan ini bukan diam, tetapi terus bergerak, karena jika diam engkau akan tertinggal oleh kehidupan. Waktu itu terus berjalan apakah engkau diam atau bergerak, agar tidak tertinggal dalam kehidupan, seseorang wajib bergerak. Bergerak adalah berusaha, bukan diam menunggu.
  • Walaupun berat, kehidupan harus tetap berjalan, walaupun berat kita harus berbuat baik, walaupun berat kita harus bersabar, walaupun kehidupan berat kita harus bersyukur, walaupun berat kita harus tetap berusaha, semua itu untuk hidup. 

Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir (pakaianmu, pakaianmu terkoyak-koyak di bagian samping)
Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore (jahitlah, benahilah untuk menghadap nanti sore)
  • Hidup akan banyak rintangan, cobaan, halangan, hinaan, caci maki, penderitaan, hidup juga banyak dosa. Semua keburukan didunia harus diperbaiki dengan iman dan taqwa, dengan banyak berbuat amal.
  • Jahitlah, benahilah hidupmu untuk menghadapi kematian. Perbaiki hidup, tingkatkan iman dan taqwa, perbanyaklah bekal untuk menuju akhirat

Mumpung padhang rembulane (mumpung bulan bersinar terang)
Mumpung jembar kalangane (mumpung banyak waktu luang)
Yo surako… surak iyo… (ayo bersoraklah dengan sorakan iya)
  • Di dunia ini adalah waktu untuk mengumpulkan amal, berbuat baik, mencari perbekalan, karena masih hidup berarti matahari masih bersinar. Selama kita masih hidup berarti masih banyak waktu untuk memperbaiki diri, masih ada waktu untuk bertobat, karena jika sudah mati tidak ada lagi waktu lagi untuk memperbaikinya.
  • Mari lakukan dengan semangat, ayao..lakukan.

Semoga bermanfaat, share agar bermanfaat lebih banyak orang.